Peluang Usaha

Pekerjaan Yang Selesai Dengan Sendirinya

Bismillahirrahmanirrahim...

surat rasulullah
Yaman merupakan salah satu kawasan yang penduduknya memeluk agama Islam tanpa di dahului oleh pengiriman pasukan dan perang.  Hal ini dikarenakan sebuah peristiwa yang telah terjadi pada masa penyebaran agama Islam di Yaman oleh Rasulullah SAW.

Pada masa itu Rasulullah SAW menulis surat kepada raja Persia yang bernama Khosru Parwiz dan mengajaknya untuk memeluk agama Islam.  Beliau tidak hanya menyurati raja Persia, namun kepada seluruh raja, sultan dan penguasa pada masa itu dengan muatan dan isi yang sama.  Ada yang tidak menjawab surat Rasulullah SAW, sebagian memberikan jawaban dengan penuh hormat dan sanjungan serta menyambut utusan beliau dengan baik dan layak.  Satu-satunya raja yang menunjukkan sikap kasar dan kurang ajar terhadap ajakan beliau adalah raja Persia Khosru Parwiz yang langsung merobek-robek surat Rasulullah SAW.

Tidak hanya berhenti di situ, dia segera menulis surat kepada raja Yaman dalam rangka mencari informasi tentang pribadi Rasulullah SAW.  Berikut sebagian isi surat raja yang amat angkuh itu, "Siapakah laki-laki yang muncul di Jaziratul Arab yang lancang menulis surat dan mengajakku untuk mengikuti ajaran agamanya, dia juga telah sembrono meletakkan namanya lebih dulu dari pada namaku..? Aku perintahkan engkau untuk mengirim utusan dan mencari tahu tentang lelaki itu, seretlah dia ke Yaman dengan belenggu lalu serahkan kepadaku agar aku dapat menghukumnya."

Raja Khosru Parwiz memberikan surat itu kepada utusannya dan memerintahkan mereka untuk segera menyampaikan surat itu kepada raja Yaman.  Selanjutnya raja Yaman mengirim utusan dari raja Persia itu bersama seorang wakil dari Yaman membawa surat untuk Rasulullah SAW di Madinah.  Dalam suranya raja Yaman berkata, "Aku telah menerima surat yang berbunyi demikian dari raja Khosru Parwiz, bagaimana tanggapan anda..?"

Kepada para utusan itu Rasulullah SAW berkata, "Tinggalah beberapa waktu di sini hingga aku memberikan jawaban atas surat dari rajamu ini..!"

Setelah beberapa hari, mereka kembali menghadap Rasulullah untuk menerima jawaban.  Beliau kembali meminta mereka untuk bersabar dan menunggu.  Tak lama kemudian untuk ketiga kalinya para utusan itu kembali menghadap Rasulullah SAW, namun jawaban yang mereka terima masih tetap sama.  Begitulah para utusan ini menunggu jawaban dari Rasulullah SAW hingga berjalan empat puluh hari lamanya.

Akhirnya mereka kembali menemui Rasulullah SAW dan berkata, "Kami tidak mau menunggu lebih lama lagi, kami sudah cukup lama menanti.  Karenanya segera berikan jawaban terakhirmu untuk raja kami yang agung Khosru Parwiz..!"

Rasulullah SAW berkata, "Jawaban terakhir dariku.. adalah bahwa tadi malam Raja Kami Yang Agung (Allah Azza Wajalla) telah merobek perut rajamu "yang agung" itu dengan perantara tangan putranya yang bernama Syiruyah, dengan begitu selesai dan tuntas sudah pekerjaanku.  Pergi dan pulanglah, karena kalian tidak lagi perlu menunggu jawabanku."

Sesampainya di Yaman, kabar kematian raja Persia Khosru Parwiz masih belum sampai ke telinga raja Yaman.  Sementara itu utusan raja Persia bersama wakil dari raja Yaman yang di utus menemui Rasulullah di Madinah telah kembali dan tiba di Yaman dan selanjutnya memberikan jawaban Rasulullah SAW kepada raja Yaman dan tentang terbunuhnya raja Persia.

Raja Yaman berkata, "Maha suci Allah..! jika yang disampaikan Muhammad SAW itu benar adanya, maka tak diragukan lagi, hal itu merupakan salah satu tanda kenabian dan kerasulannya."

Beberapa hari telah berlalu, akhirnya utusan Syiruyah tiba di Yaman dengan membawa berita kematian Khosru Parwiz.  Dalam suratnya Syiruyah menyatakan, "Saat ini akulah raja yang menggantikan mendiang ayahku.  Adapun berkenaan dengan lelaki yang mendakwahkan dirinya sebagai nabi di Mekah dan Madinah, maka biarkan saja dan jangan mengusiknya..!"

Kejadian inilah yang menumbuhkan benih-benih Islam dan memudahkan perkembangannya di negeri Yaman.


Dikutip dari buku "Kumpulan Hikayat penuh Hidayat" oleh Muhammad Jawad Shohibi yang diambil dari buku "Sireh Nabawi" oleh Syahid Muthahhari hal. 119.

1 comments:

  1. Berkunjung di blog saya ya http://kisahkisahislamiah.blogspot.com/

    BalasHapus


Note :
1. Berikan komentar anda sesuai materi posting
2. Mohon tidak melakukan SPAM dalam berkomentar
3. Alhamdulillah, semoga tali Silaturrahim kita terus terjalin